SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Kisah Bagaimana Harry Potter Pada Akhirnya Bisa Tayang di Indonesia?

Harry-Potter

Tentu semuanya sudah tahu film Haryy Potter and the Deathly Hallows Part 2 sebentar lagi akan tayang di Indonesia. Tapi apa kalian tidak penasaran bagaimana sih sebenarnya film ini pada akhirnya bisa tayang juga?

Semua ini berkat Omega Film yang nampaknya. Ilham Bintang, Dewan Pertimbangan Organisasi Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI), membeberkan hal ini.

Omega Film didirikan oleh pemilik 21 Group lantaran dua perusahaan impor filmnya diblokir Ditjen Bea & Cukai karena tidak membayar kewajiban beanya.

“Dua perusahaan itu adalah Camila Internusa Film & PT Satrya Perkasa Esthetika Film. Jumlah bea masuk & denda yang tidak dibayar adalah Rp. 250 Milyar. Omega Film mau dikesankan sebagai perusahaan impor baru yang datang dari luar Group 21. Artinya, dia tidak harus bayari utang bea masuk,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan Majalah Tempo dan Kompas (ditulis kritikus film Kristanto JB) tiga minggu lalu sudah membongkar praktek busuk tersebut.

“Omega Film terbukti adalah perusahaan yang dibentuk baru oleh pemain lama atau pihak 21 Group. Bahkan, mereka sengaja menunjuk kurir jadi direksinya. Kementerian Keuangan punsegera beraksi. Omega Film diblokir izinnya. Tidak hanya itu, 5 perusahaan baru lain dari 21 Group juga diblokir,” tambahnya.

Dan ternyata, ketika Omega Film diblokir, Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik yang bereaksi. Wacik nampak berang dan ia tidak peduli terhadap praktek monopoli. Baginya yang terpenting adalah film-film sejenis Harry Potter harus masuk di Indonesia. Wacik juga marah mengapa Kemenkeu harus menarik pajak atas royalti film impor itu.

Kepala Badan Fiskal Kemenkeu, Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D, balas mengejek Menbudpar sebagai orang yang tidak punya kesadaran berbangsa.

“Jerok Wacik akhirnya menarik ucapannya. Meskipun sudah menarik ucapannya sendiri, tapi Menbudpar tidak berubah pendiriannya untuk tetap menolong 21 Group. Tidak ada urusan dengan historis berdirinya Omega Film pun, Jero Wacik tetap jalan terus dengan sikapnya .Yang diubah, Omega Film cuma mengganti direktur, Syaiful Atim, yang sebenarnya adalah seorang mantan staf kurir 21. Ia digantikan oleh Ajay Fulwani.” papar pimred tabloid Cek dan Ricek tersebut. (sumber: gugling.com)

Tags: , , , ,

No Responses

Leave a Reply