SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Sejarah Peradaban Indonesia : Teknologi & Arsitektur Candi Borobudur

candi-borobudur-keren

Sejarah Candi Borobudur

Thomas Stamford Rafless ini adalah seorang jendral besar di Negara Inggris, bahkan kedudukan Thomas yang menjabat sebagai jendral ini jauh sebelum Negara Inggris berhasil dan mampu menjajah atau menduduki Negara Indonesia Raya, Ia Menjumpai kembali Candi Borobudur yang ada di Indonesia.

Sejarah Peradaban Indonesia : Teknologi & Arsitektur Candi Borobudur – Candi Borobudur adalah bangunan kuno  yang berada di Indonesia, Bangunan tersebut diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M yang lalu oleh Raja Mataram Samaratungga dari wangsa Syailendra. Kemegahan Candi Borobudur dimasa lampau banyak meninggalkan tanda tanya besar, ada beberapa kajian yang menyatakan bahwa Candi Borobudur dibangun dengan meletakan batu satu persatu sehingga menjadi sebuah bangunan megah, namun ada pula yang mengatakan bahwa candi tersebut dibangun dengan memahat batu hingga menjadi salah satu keajaiban dunia.

Penemuan-penemuan kembali Candi Borobudur ini ketika itu berawal di tahun 1814M yang mana ketika itu Thomas Stamford mendapat sebuah berita dari salah satu anak buahnya mengenai adanya bukit-bukit yang mana bukit-bukit tersebut dikerumuni oleh bebatuan yang telah diukir dan letak lokasinya berada di daerah Kota Magelang.

Karena Thomas Stamford ini ialah seoarang raja yang memang sangat mengagumi sekali terhadap hal-hal yang berbau seni. Thomas Stamford Rafles ini mengutus Cornelius untuk pergi dan mensurvei langsung apakah di Kota Magelang ini terdapat bukit-bukit yang dipenuhi bebatuan yang telah diukir.

Siapa Cornelius? Cornelius ialah seorang ahli atau orang pintar arkeologi ternama ketika masa itu. Kemudian beliaupun diberi tugas oleh Thomas Stamford untuk memeriksa mengenai berita-berita yang masuk kepadanya, dan ternyata setelah Cornelius mendatangi lokasi dan memeriksa lokasi tersebut maka berita-berita yang masuk kepada Thomas Stamford Rafless ini benar dan nyata.

Sesudah selesai masa penelitian atau pemeriksaannya, Cornelius sang ahli arkeolofi menyimpulkan bahwa dibukit tersebut tedapat bangunan-bangunan besar yang tertimbun oleh tanah di daerah Kota Magelang. Namun ketika itu situasi atau kondisi pada masa itu yang sedang banyaknya peperangan dimana-mana membuat kabar berita ini kurang mendapatkan sebuah perhatian sehingga kabar ini terbengkalai.

Lalu ketika itu pad tahun 1835M, Hartman kembali melanjutkan dan meneruskan penemuan-penemuan arkelog tersebut dengan mengutus seseorang atau bisa dikatakan mengutus anak buanya untuk menggali dan membersihkan daerah-daerah yang berada di sekeliling candi yang masih terdapat puing-puing reruntuhan.

Hartman adalah seorang pejabat tinggi di Negara Belanda, ketika itu Belanda berhasil merebut daerah kekuasaan Negara Indonesia. Pada masa itu hartman menduduki kedudukan sebagai gubernur jendral Belanda.

Kemudian pada tahun 1835M, Hartman kembali meneruskan penemuan arkeolog tersebut dengan memerintahkan anak-anak buahnya untuk membersihkan dan menggali wilayah-wilayah sekitaran candi yang masih terdapat banyak puing-puing reruntuhan.

Tahap Pembangunan Candi Borodur

candi-borobudurDari beberapa macam bukit yang telah dijumpai oleh para ahli sejarawan berwujud perkenalan dan beberapa motif figura yang dipakai ketika pembangunan candi Borobudur, dan juga terdapat beberapa penemuan prasasti yang membawa adanya campur tangan dari jaman kejayaan/Kegagahan Wangsa Syailendra.

Proses terjadinya pembangunan candi Borobudur ini memakan waktu yang lumayan cukup lama, yakni pembangunan kurang lebih sekitar 40 tahun lamanya. Persoalan ini sejak beberapa bukit yang dijumpai oleh para ahli berwujud identifikasi serat, motif pigura ketika dalam pembangunan candi, dan ditemukannya beberapa prasasti yang membawa adanya urusan campur tangan dari jaman kejayaan Wangsa Syailendra.

Pembangunan candi Borobudur selama 50 tahun ini melalui beberapa tahapan dalam pembangunannya, diantaranya ialah:

1. Proses/Tahapan Pembangunan Candi Pertama : Di tahapan pembangunan candi pertama ini, Candi Borobudur di desain dengan bentuk Piramida Berundak. Akan tetapi, tahapan awal ini berakhir dengan kegagalan yang disebabkan penelitian karbon yang kurang tepat sehingga mengakibatkan penyusunan candi tersebut harus diatur ulang.

2. Proses/Tahapan Pembangunan Candi Kedua : Pada tahapan pembangunan kedua ini difokuskan kepada pondasi-pondasi dasar candi. Pondasi dasar candi dibuatkan lebih lebar dan luas dengan menambahkan dua buah undak persegi, satu buah undak lingkaran, dan di setiap bagian-bagian undak diberikan sebuah nama stupa induk besar.

3. Proses/Tahapan Pembangunan Candi Ketiga : Di tahapan ketiga ini dikerjakanlah suatu pembongkaran undak induk besar dang menggantikan dengan beberapa buah undak besar yang berbentuk lingkaran, kurang lebih terdapat 3 buah jenis undak induk besar yang dipakai dalam pembangunan pondasi candi ini. Dari 3 buah itu, ada satu undak yang memakai stupa dengan ukuran yang besar.

4. Proses/Tahapan Pembangunan Candi Keempat : Di tahapan pembangunan terakhir atau keempat ini terdapat sedikitnya perubahan-perubahan kecil sepertia adanya penambahan relief, lalu penambahan lengkungan pintu masuk dan juga penambahan tangga-tangga.

TEKNOLOGI DAN ARSITEKTUR

candi-borobudur-keren-bangetTerlepas dari penelitian tersebut, kalau dilihat Candi Borobudur mamang terlihat megah, tak terbayang oleh kita sekarang ini bagaimana Teknologi dan Arsitektur tersebut bisa dibangun di masa 824 M,  teknilogi untuk mendirikannya juga tak habis dipikirkan, tanpa adanya paku bumi yang ditanam untuk menopang candi tersebut, tak terbayangkan juga bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit, dan bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur.

Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal (bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan). Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta, itulah Sejarah Peradaban Bangsa Indonesia yang jauh lebih maju dari segi Teknologi & Arsitekturnya.

 

 

 

Tags: , , , ,

No Responses

Leave a Reply