SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Bumi berasal dari Galaksi Lain, bukan Galaksi Bima Sakti yang sekarang Ini…!



Bumi ternyata hasil metamorfisis sisa-sisa planet (bintang) kuno dari galaksi lain !!


Yah, inilah penelitian yang paling menggemparkan kalangan Astronomi, dan sanggup mengubah paradigma lama, bahwa bumi berawal dari kumpulan gas yang berputar-putar di dalam Galaksi Bima Sakti yang berpusat pada Matahari.


Inilah hasil penemuan sekaligus penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan komputasi Kosmologi dari Durham’s Institute dan gabungan dengan para ahli astrofiksika dari Institute Max Planck, Jerman, dan ilmuwan dari Universitas Groningen, Belanda, University of Victoria di Kanada, , Caltech di Amerika Serikat dan Trieste di Italia. . Penelitian ini didanai oleh STFC , Royal Astonomycal Society, Inggris.


Penemuan ini menjadi sangat penting, karena tidak hanya ditemukan asal usul Bumi, tetapi juga asal-usul Galaksi Bima Sakti, dimana para kosmolog yakin dahulu alam semesta berupa galaksi-galaksi dalam ukuran mini yang siklus kehidupannya pendek. Galaksi-galaksi kecil itu saling bertabrakan dalam kurun waktu sekitar 10 milyar tahun yang lalu. Planet-planet yang terdapat di galaksi-galaksi tadi pun mendapat tekanan tumbukan yang sangat dahsyat sehingga membentuk pecahan-pecahan bintang (planet) dan membentuk galaksi baru.


Peneliti membuat simulasi dari peristiwa Big Bang yang terjadi 13 milyar tahun lalu, dengan metode teori fisika universal dan dengan dipadukan dengan simulasi evolusi materi gelap dan bintang-bintang.


Mereka tergabung dalam Proyek Aquarius dengan menggunakan superkomputer terbesar untuk mensimulasikan awal mula terbentuknya Galaksi Bima Sakti.


Salah satu ilmuwan, Andrew Cooper dari Durham’s Institute mengatakan bahwa untuk kepentingan itu, dia sampai mengeksplorasi planet-planet dari galaksi lain. Sementara itu, Prof. Charlos Frenk, Direktur Institute Durham mengatakan bahwa satu dari 100 bintang di Bima Sakti milik Halo Star yang dikenal bintang tertua di alam semesta menjadi petunjuk penemuan ini.

No Responses

Leave a Reply