SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD)

Pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau yang sering di sebut dengan Demam Berdarah (DB) di sebabkan oleh virus dengue. Virus ini dapat ditularkan dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui gigitan nyamuk Aedes Aegipty.
Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguaan pada pembuluh darah, sehingga mengakibatkan perdarahan. Perdarahan vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes Aegepty. Penyakit demam berdarah termasuk penyakit berbahaya dengan resiko kematian. Namun sebenarnya penyakit ini dapat di atasi bila cepat di tangani.

B.    Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini penulis menyimpulkan rumusan-rumusan masalah yang akan dibahas dalam pembahasan makalah ini yaitu :

  1. Apakah Demam Berdarah Dengue itu ?
  2. Bagaimana gejala-gejala Demam Berdarah Dengue itu ?
  3. Apa penyebabnya ?
  4. Bagaimana perantara penularannya ?
  5. Begaimana cara menghindari tertular demam berdarah ?
  6. Bagaimana menghindari ancaman gigitan nyamuk Aedes Aegipty ?
  7. Bagaimana cara pengobatannya ?

Hal-hal di atas lah yang menjadi rumusan masalah dan yang akan di bahas pada pembahasan makalah ini.

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

  1. Mengetahui tentang demam berdarah.
  2. Memberikan informasi tentang bahayanya penyakit ini.
  3. Memberikan motivasi kepada masyarakat yang belum tau tentang bahayanya penyakit demam berdarah ini agar masyarakat dapat mengantisipasi agar tidak terkena dan tertular penyakit demam berdarah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang di sebabkan virus dengue yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan. Perdarahan yang vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah Nyamuk Aedes Aegipty.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3-15 hari orang yang tertular dapat mengalmi / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini, yaitu :

  • Bentuk Abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam Berdarah Dengue / DBD) gejalanya sama dengan klasik di tambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur dan sebagainya.
  • Dengue syok sindrom, gejalanya sama dengan DBD di tambah syok / presyok. Pada bentuk ini sering terjadi kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap penderita yang di duga menderita penyakit demam berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera di bawa ke dokter atau rumah sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

B.    Gejala Demam Berdarah Dengue
Gejala demam berdarah sulit di deteksi pada saat awal karena gejala demam berdarah terdiri dari beberapa tahapan yaitu :

  1. Suhu tubuh 380C atau lebih dan tidak turun terus menerus dari pagi hingga malam.
  2. Sakit kepala, lemah, nafsu makan berkurang, muntah, nyeri pada otot, tulang & persendian.
  3. Pemeriksaan penunjang yaitu trombosit di bawah 100.000

Gejala demam yang diikuti dengan perdarahan dan gejala shok :

  1. Gejala demam berlanjut dengan demam tinggi, dapat di ikuti dengan kejang, muntah.
  2. Terdapat bintik-bintik merah di lengan.
  3. Terjadi perdarahan spontan, bisa perdarahan di kulit, mimisan, perdarahan gusi, muntah darah, atau buang air besar di sertai darah baik demam atau tidak. Terjadi kegagalan sirkulasi darah, denyut nadi lemak namun cepat (bisa sampai 150 X / menit), tekanan darah turun, tampak kulit menjadi dingin terutama di ujung jari, bibir biru, pucat, tubuh lemah dan gelisah.
  4. Shok berat di mana tensi dan nadi tidak terukur.

C.    Pencegahan dan Pengobatan
Bila terjadi gejala di atas seseorang perlu segera dilarikan kerumah sakit. Dalam penanganannya yang di utamakan adalah pemberian cairan bisa dalam bentuk apa saja, cairan yang di minum maupun cairan infus. Pada keadaan shok umumnya pemberian cairan hanya dapat melalui infus. Selama fase kritis cairan harus cukup. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi komplikasi yang lebih berat. Pasien umumnya sulit tertolong bila datang ke rumah sakit sudah dengan gejala kegagalan sirkulasi atau shok.
Pencegahan di lakukan dengan menghindari gigitan nyamuk di sepanjang siang hari (pagi sampai sore) karena nyamuk aedes aktif di siang hari. Hal tersebut dapat di laksanakan dengan menghindari berada di lokasi-lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBDnya. Bila memang sangat perlu untuk berada di tempat tersebut kenakan pakaian yang lebih tertutup, celana panjang dan kemeja lengan panjang misalnya : gunakan cairan / krim anti nyamuk (Mosquito Repellant) yang banyak di toko-toko.
Buang atau timbun benda-benda tak berguna yang menampung air, atau simpan sedemikian rupa sehingga tidak menampung air. Taburkan serbuk abate (yang dapat di beli di apotik) pada bak mandi dan tempat penampung air lainnya, juga pada parit / selokan di dalam dan di sekitar rumah.
Pencegahan massal dilingkungan setempat dengan bekerja sama dengan RT/RW/Kelurahan dengan Puskesmas setempat di lakukan dengan pembersihan sarang nyamuk (PSN), Fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes Aegypty dengan abatisasi.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Penyakit demam berdarah di tularkan oleh virus dengue dari satu orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes Aegipty. Nyamuk Aedes Aegipty umumnya menggigit seseorang di siang hari. Nyamuk Aedes Aegipty berkembang biak di genangan air yang tidak ada ikannya. Genangan air yang ada di barang bekas di luar rumah. Nyamuk Aedes Aegipty senang hidup di dalam rumah terutama pada tempat yang kurang cahaya matahari dan lembab misalnya tumpukan baju yang di gantung.
Pengobatan terhadap penyakit ini terutama di tunjukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah / mengatasi keadaan syok / presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam di usahakan diturunkan dengan kompres dingin, atau pemberian anti piretika.

B.    Saran
Bagaimana cara menghindari tertular demam berdarah yaitu :

  1. Mempertinggi Daya Tahan Tubuh.
  2. Memperbaiki lingkungan nyamuk Aedes Aegipty.

Bagaimana menghindari ancaman gigitan nyamuk Aedes Aegipty yaitu :

  1. Putuskan rantai penularan nyamuk dengan membunuh nyamuk dewasa dan membasmi jentik yang akan berkembang menjadi nyamuk dewasa.
  2. Nyamuk dewasa dapat di bunuh dengan cara pengasapan atau fogging.
  3. Jentik nyamuk dibasmi dengan cara menutup wadah atau tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang biak, menguras kemudian menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air, memasukkan ikan pada kolam, atau mengubur barang bekas.
  4. Bersihkan luar dan dalam rumah dan jangan biarkan banyak baju bergantungan.

Hal-hal penting sehubungan dengan demam berdarah dengue :

  1. Kasus demam berdarah selalu ada, tetapi pada bulan-bulan tertentu dapat melonjak dan berhubungan dengan musim.
  2. Seorang dapat saja terkena demam berdarah lebih dari 1 kali. Pasien yang terkena demam berdarah yang kedua kali umumnya lebih berat dari yang pertama.
  3. Jus jambu yang menurut sebagian orang berkasiat untuk menyembuhkan demam berdarah dengue, sebenarnya tidak benar. Cairan yang ada didalam jus jambu seperti cairan yang lain dapat bermanfaat untuk mencegah kekurangan cairan.
Tags: , , ,

No Responses

Leave a Reply