SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Pesona Pulau Tiga Gili, "Desa Dunia" & Keindahan Alam yg dimiliki Indonesia

Pulau Tiga Gili(Gili,berarti pulau kecil) adalah sebuah fenomena alam yang terletak di sebelah utara Pulau Lombok. Gili Air, Meno, dan Trawangan itulah nama Tiga Gili yang menjadi salah satu pusat wisata Pulau Lombok.

Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, Raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini. Dan akhirnya terus berkembang hingga saat ini menjadi tempat wisata nan elok yg dimiliki Indonesia tercinta

Inilah “Desa Dunia” setelah Bali. Ini memang julukan bagi obyek wisata Tiga Gili atau pulau kecil yang berada di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Tiga Gili atau yang biasa disebut Triple Gili, Kawasan Wisata yang bukan hanya menjadi primadona bagi wisatawan Nusantara saja tapi menjadi primadona bagi wisatawan Manca Negara

Sebutan itu dapat dibuktikan melalui keberadaan sejumlah hotel berbintang yang umumnya milik investor asing yang bekerja sama dengan warga setempat sebagai pemilik lahan. Pesisir tiga gili, Trawangan, Meno, dan Air, juga didominasi turis muda usia dari mancanegara, yang berwisata di pulau kecil yang masih bersih dari polusi dan terpisah dari Pulau Lombok itu.

Suasana ?Desa Dunia? sangat kental di Trawangan. Hal ini terindikasi dari bahasa yang digunakan wisatawan, seperti bahasa Jerman, Perancis, Spanyol, dan Jepang. malah ada sekelompok kecil wisatawan yang berkomunikasi dengan bahasa Lebanon. Meski demikian, pelancong yang berbahasa Inggris lebih dominan disini.

BERIKUT KE TIGA PULAI GILI

GILI TRAWANGAN

Di Gili Trawangan tidak diizinkan menggunakan kendaraan bermesin. Yang diizinkan hanya cidomo (kendaraan khas), kuda, dan sepeda gayung. Transportasi ini disewakan kepada wisatawan yang ingin jalan-jalan mengitari pulau seluas 338 hektar itu.

Gili Trawangan yang berada di deretan barat menjadi pilihan utama karena memiliki fasilitas lebih lengkap, seperti penginapan, hiburan malam, serta sarana komunikasi dan transportasi yang nyaris sepanjang hari melayani warga lokal ataupun wisatawan dari Pelabuhan Bangsal, Desa Pemenang, ke Gili Trawangan, termasuk ke Gili Air yang berada di deretan paling timur.

GILI MENO

Gili Meno adalah gili yang berada diantara Gili Trawangan dan Gili Air. Dari ketiga Gili, Gili Meno adalah gili yang terkecil dan yang gili yang paling sedikit dikunjungi oleh wisatawan. Gili ini tidak seperti dua gili lainnya yang lebih dulu berkembang dan merupakan gili yang paling tenang.

Di Gili Meno, Agan akan menemukan hamparan pantai berpasir putih yang masih alami dengan suasana alam yang juga masih alami dan tidak adanya kendaraan bermotor yang membuat Agan seakan-akan berada di surga. Berlibur di pulau ini sambil menikmati birunya air laut yang biru jernih dimana Agan bisa melihat dasar pantai yang indah bersantai di pinggir pantai di bawah rindangnya pohon sambil di buai oleh nyanyian alam dari kicauan burung yang terbang bebasss akan membuat agan melupakan semua tekanan dalam pekerjaan dikarenakan suasana lingkungan sekitar Meno relatif sepi dan tenang, dan juga mungkin cocok untuk wisata keluarga.

Yang menjadi daya tarik dari Gili Meno adalah adanya taman burung yang mempunyai koleksi macam-macam burung dari Indonesia maupun dari luar negeri. Selain itu di gili ini juga terdapat Danau air asin dan beberapa tempat untuk diving yang terkenal seperti Meno Wall, Sea Turtle Point dan Blue Coral Point.

GILI AIR

Gili Air adalah Gili terdekat ke Lombok. Pulau ini masih mempertahankan daya tarik pedesaan. di Gili Air juga merupakan sebagian besar penduduk dan Agan akan menemukan lebih banyak pohon di sana daripada Gili lain. Penduduk lokalnya adalah Sasak, Mandar, Bugis dan Makassar. Agan dapat menemukan budaya yang unik yang berbeda dari Lombok dan pantai indah. Banyak dari generasi tua masih mencari nafkah sebagai tukang perahu, nelayan dan petani kelapa. dan pulau ini memiliki penduduk sekitar 1.000 orang.

Dari tiga gili itu, wisatawan dapat menikmati matahari terbit dari balik Gunung Rinjani, lalu matahari terbenam, dan Gunung Agung di Bali, serta berbagai atraksi bahari yang disukai, seperti diving dan snorkling. Ada taman laut Meno Wall, dinding tebing curam di antara Meno dan Trawangan, yang bisa di saksikan pada kedalaman 15 meter.

Kecuali ribbon coral dan finger coral, hampir di semua tempat di perairan tiga gili itu terdapat terumbu karang berwarna biru. Terumbu karang biru masuk marga Acropora. Warna biru itu disebabkan warna pigmen Zooxanthela atau alga bersel tunggal berwarna biru dan hidup bersimbiosis dalam jaringan karang. Suasana ini bagaikan karang biru di Laut Karibia.

Keunggulan komparatif tiga gili itu menjadi magnet yang dinikmati wisatawan, kalangan usaha, dan masyarakat. Hanya, mengedepankan hitung-hitungan ekonomi yang diraih lalu mengabaikan aspek lingkungan justru memperburuk persoalan lingkungan yang dalam dua dekade terakhir ini dirasakan masyarakat. Jika lalai menjaga lingkungan yang menjadi daya tarik tiga gili itu, maka niscaya ?desa dunia? ini ditinggal pelancong.






Sumber: kaskus.us

No Responses

Leave a Reply