Gajah liar itu paling suka makan rasa masin-masin. ”Sedangkan, pupuk di perkebunan itu rasanya juga masin, sehingga gajah tersebut mengkonsimsi dalam jumlah banyak dan mengakibatkan kematian,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu, Amon Zamora, Senin (23/5).
Gajah itu ditemukan tim evaluasi gajah liar beberapa bulan lalu. Kondisinya sudah dalam bentuk tulang belulang di sekitar kawasan perkabunan kelapa sawit PT Alno di Bengkulu Utara. Dengan hasil penelitian itu, pemilik perkebunan PT Alno dan PT Agricinal diimbau agar penggunaan pupuk bagi tanaman kelapa sawit itu tidak sampai diketahui gajah.
Amon mengatakan bahwa Polres Bengkulu Utara saat ini tengah memproses pegawai PT Alno. Karena, ada dugaan pupuk sengaja diberikan agar hewan itu tidak mengganggu tanaman kelapa sawit lagi. Padahal, kawasan perkebunan itu dulunya merupakan habitat gajah liar. (Sumber: Yahoo)
