SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Doa Shalat Istikharah

Posted by:

Doa Shalat Hajat

kumpulan-doaLAA ILAAHA ILLALLAAHUL HAKIIMUL KARIIM SUBHAANALLAAHI RABBIL ‘ARSYIL ‘AZHIIM, ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN. AS’ALUKA MUUJIBAATI RAHMATIKA, WA’AZAA’IMA MAGHFIRATIKA, WAL GHANIIMATA MIN KULLI BIRRIN, WASSALAAMATA MIN KULLI ITSMIN. LAA TADA’ LII DZANBAN ILLAA GHAFARTAHU, WA LAA HAMMAN ILLAA FARRAJTAHU, WA LAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDHAN ILLAA QADHAITAHAA, YA ARHAMARRAAHIMIIN.

“Tak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mulia. Mahasuci Allah, Tuhan Penguasa arasy yang agung, Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada Engkau sesuatu hal yang mewajibkan rahmat Engkau, kepada Engkau sesuatu hal yang mendatangkan ampunan Engkau, kaya dengan setiap kebajikan, dan selamat dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosaku, melainkan Engkau ampuni, janganlah (Engkau biarkan) cita-cita/maksud (ku), melainkan Engkau bukakan jalan untuknya, dan janganlah (Engkaubiarkan) hajat (ku) yang Engkau ridhai, melainkan Engkau penuhi, wahai Zat Yang Paling Penyayang diantara para penyayang!”.


Keterangan :
Shalat hajat adalah shalat sunat yang dikerjakan agar hajat ( keinginan/kebutuhan) kita dikabulkan Allah. Hajat yang dimaksudkan di sini adalah hajat yang dibenarkan syariat islam, baik berupa perlindungan maupun tercapainya maksud. Shalat hajat ini dikerjakan beberapa kali. Biasanya sampai 7 malam berturut-turut.

Adapun jumlah rakaat mulai dari 12 rakaat sampai 12 rakaat, dan setiap 2 rakaat satu salam. Sedangkan waktu pelaksanaannya boleh siang ataupun malam hari, asal bukan pada waktu-waktu terlarang. Akan tetapi waktu yang paling baik adalah sepertiga malam yang terakhir (antara 01.00 WIB dan menjelang subuh) atau setiap selesai shalat fardu.
Cara pelaksanaanya sama dengan cara pelaksanaan shalat fardu, baik bacaan maupun gerakannya. Perbedaannya hanyalah pada niat.

Niat Shalat Hajat :

USHALLII SUNNATAL HAAJATI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA

“Aku (niat) shalat sunat hajat 2 rakaat, karena Allah Ta’ala”.
Adapu suratnya boleh dibaca surat apa saja yang dikehendaki. Akan tetapi sebaiknya dibaca surat berikut :
a.    Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat Al-Kaafiruun 3 kali, atau ayat kursi 1kali.
b.    Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah dibaca surat Al-Ikhlash 3 kali, atau 1 kali.
Jika telah selesai, maka setelah salam dibaca :
a.    Istighfar sebanyak 100 kali, yaitu :
ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM.
b.    Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali, yaitu :

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALAATAR RIDHAA, WARDHA ‘AN   ASHHAABIHI RIDHAR RIDHAA.

“Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat yang penuh dengan keridhaan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dari ridhailah para sahabatnya dengan keridhaan yang penuh”.
c.    Membaca doa diatas
d.    Selesai membaca doa langsung bersujud sambil membaca :

LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHAALIMIIIN. ( sebanyak-banyaknya!)
“Tak ada Tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang zhalim”.

Doa Shalat Istikharah

ALLAAHUMMA INNII ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDRATIKA, WA AS’ALUKA MIN FADHLIKAL’AZHIIMI,FA INNAKA TAQDIRU WA LAA AQDIRU, WA TA’LAMU WA LAA A’LAMU, WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI. ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZALAMRA (sebutkan di sini perkara masing-masing!) KHAIRUN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII, WA ‘AAJILIHI WA ‘AAJILIHI FAQDIRHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRA SYARRUN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA’AAQIBATI AMRII WA ‘AAJILIHI WA ‘AAJILIHI FASHRIFHU ‘ANNII WASHRIFNII ‘ANHU WAQDIR LIYAL KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMA RADHDHINII BIHI.

‘Wahai Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada Engkau memilih (yang baik untukku) dengan ilmu Engkau, aku memohon kepada Engkau untuk menentukannya dengan kekuasaan Engkau, dan aku memohon kepada Engkau anugerah Engkau yang agung. Karena sesungguhnya Engkau mampu memberi ketentuan sedangkan aku tidak, Engkau dapat mengetahuinya hal-hal yang ghaib. Wahai Allah! Jika Engkau tahu bahwa perkara ini (yaitu perkara yang dimaksudkan!) baik bagiku, didalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya, cepat atau lambat, maka tetapkanlah perkara itu untukku, dan mudahkanlah hal itu bagiku, kemudian berilah aku keberkahan di dalamnya. Dan jika Engkau tahu bahwa perkara ini jelak bagiku, didalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya, cepat atau lambat, maka jauhkanlah perkara itu dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan tetapkanlah untukku kebaikan dimanapun adanya, kemudian jadikanlah aku rela kepadanya”.

Keterangan :
Shalat istikharah adalah shalat sunat 2 rakaat yang dikerjakan untuk memohon petunjuk yang baik kepada Allah terhadap suatu pekerjaan atau rencana yang masih diragukan, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan umum, guna memperoleh keputusan.
Misalnya seseorang sedang berhadapan dengan 2 perkara atau lebih, sedangkan ia harus memilih salah satu diantaranya. Dalam keadaan seperti ini ia disunatkan mengerjakan shalat sunat istikharah, karena yang berhak memutuskan atau memberikan pilihan hanyalah Allah. Manusia hanya merencanakan dan melaksanakannya saja.
Yang perlu diperhatikan adalah sebelum mengerjakan shalat istikharah, hatinya dinetralkan dari perkara yang akan dipilih. Jangan memihak yang satu dan membenci yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar pilihan yang muncul bukan pilihan kita sendiri yang akhirnya akan menimbulkan kekecewaaan. Adapun isyarat yang diberikan oleh Allah sebagai jawaban biasanya melalui mimpi atau kemantapan hati terhadap salah satu pilihan. Shalat ini dilakukan beberapa kali, misalnya 7 kali.
Dalam sebuah hadits Anas mengatakan bahwa Rasulullah saw, pernah berkata kepadanya : “Wahai Anas! Jika engkau bercita-cita untuk melakukan suatu perkara (urusan), maka mintalah pilihan kepada Tuhan engkau tentang hal itu sebanyak 7 kali, kemudian perhatikanlah apa yang lebih dahulu ada dalam hatimu. Karena sesungguhnya kebaikan itu ada didalamnya”.
Adapun waktu pelaksanaanya boleh siang hari ataupun malam hari. Akan tetapi waktu yang paling baik adalah pada sepertiga malam yang terakhir (antara pukul 01.00 WIB dan menjelang subuh), karena biasanya pada suasana yang hening hati akan khusyu’,baik dalam shalat maupun dalam membaca doa.

Cara pelaksanaan shalat istikharah sama dengan cara pelaksanaan shalat fardu, baik gerakan maupun bacaannya. Perbedaannya hanyalah pada niat. Niat shalat sunat istikharah:

USHALLII SUNNATAL ISTIKHAARATI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA.

“Aku (niat) shalat sunat istikharah 2 rakaat, karena Allah Ta’ala”.
Adapun surat yang dibaca surat apa saja yang telah dikuasai. Akan tetapi sebaiknya dibaca surat berikut :
a.    Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat Al-Kaafiruun, lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Qashash ayat 68-69 sebanyak 7 kali, yaitu :

WARABBUKA YAKHLUQU MAA YASYAA’U WA YAKHTAARU MAA KAANA LAHUMUL KHIYARATU, SUBHAANALLAAHI WA TA’AALAA ‘AMMAA YUSYRIKUUNA. WA RABBUKA YA’LAMU MAA TUKINNU SHUDUURUHUM WA MAA YU’LINUUNA.

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Ia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan”. “Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan”.
b.    Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah dibaca surat Al-Ikhlash, lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ahzaab ayat 36, sebanyak 7 kali, yaitu :

WA MAA KAANA LI MU’MININ WA LAA MU’MINATIN IDZAA QADHALLAAHU WA RASUULUHU AMRAN AYYAKUUNA LAHUMUL KHIYARATU MIN AMRIHIM. WA MAY YA’SHILLAAHA WA RASUULAHUU FAQADDHALLA DHALAALAN MUBIINAN.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan surat ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhnya dia telah benar-benar sesat”.
Setelah selesai maka dilanjutkan dengan membaca doa diatas. Selesai membaca doa, dan masih dalam keadaan berwudu, langsung tidur menghadap arah kiblat.

Sumber : Buku Pedoman Do’a Dzikir & Wirid Edisi Lengkap Ust. Drs. Ahmad Seadie, Penerbit : Rica Grafika Jakarta

Tags: , , , , ,

No Responses

Comments are closed.