SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Cara Membudidayakan Tanaman Bawang Merah

Cara budidaya bawang merah

Budidaya Bawang Merah

Bawang merah (Allium cepa L. var Aggregatum) adalah sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan Asia Tenggara dan dunia. Orang Jawa mengenalnya sebagai brambang. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi, meskipun beberapa tradisi kuliner juga menggunakan daun serta tangkai bunganya sebagai bumbu penyedap masakan. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah dan Asia Tenggara.

Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil dan dibagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berlubang didalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30-50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Bakal buah sebenarnya terbentuk dari 3 daun buah yang disebut carpel, yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut terdapat 2 calon biji.Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif.

Budidaya dari Benih Biji

Budidaya bawang merah dengan biji memerlukan penanganan yang sangat serius dan teliti terutama pada saat perkecambahan sampai pindah tanam. Perlakuan per-kecambahan yang harus diperhatikan adalah, pertama benih dimasukkan ke dalam kantong plastik atau wadah yang berisi air hangat + 25 – 300C, dan dibiarkan selama 30 menit, kemudian ditiriskan dan dikering-anginkan sehingga antara benih satu dengan lainnya tidak lengket tetapi tidak smpai terlalu kering .

[infobox style=”alert-info”]Baca juga: Cara Pembibitan Tanaman Bawang Merah[/infobox]

Penyemaian Bawang Merah

Sebelum persemaian dilaksanakan, terlebih dahulu kita harus menyiapkan media semai yang berupa campuran pupuk kandang yang sudah matang dan pasir (lebih baik media semai sudah disterilisasi) dengan perbandingan 5 : 1 Untuk memperoleh persemaian yang bagus, tiap 1 m3 media ditambah 1 kg ZA, 1 Kg SP-36 dan 0,5 Kg KCl. Media tersebut kita bentuk menjadi bedengan dengan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah benih yang disemai, selanjutnya pada bedengan dibuat larikan dengan jarak antar larikan 15 Cm. Untuk menghindari panas dan hujan, pada bedengan persemaian harus dipasang sungkup (atap) dan sebaiknya dibuat agak tinggi.

Benih yang sudah tumbuh disiram secara rutin untuk menjaga kelembabannya. Bibit bawang merah disemprot dengan pestisida apabila ada gejala serangan hama atau penyakit. Pada umur 45-50 hari atau daunnya sudah sebesar pipa sedotan air minum dan pangkal batangnya sudah membentuk bakal umbi bibit bawang merah sudah siap dipindah tanam, yaitu dengan cara mencabut bibit tersebut, yang sebelumnya bedengan semai harus dibasahi agar akar tidak rusak. Bibit tersebut selanjutnya dipotong daunnya bagian atas sekitar 1/3-nya untuk mengurangi penguapan. Sebelum tanam, bibit bawang merah sebaiknya dicelupkan pada larutan bakterisida dan fungisida pada bagian akarnya.

[infobox style=”alert-warning”]Baca Juga: Jenis Hama & Penyakit pada tanaman bawang merah[/infobox]

Pindah Tanam Bawang Merah

Persiapan yang dilakukan sebelum tanam adalah:

[infobox style=”alert-custom orange”]
[tabgroup]
[tab title=”1. Pengolahan tanah”]Pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi struktur tanah dan aerasi yang lebih baik.[/tab]
[tab title=”2. Pembuatan bedeng tanam”]

Ukuran bedeng tanam disesuaikan dengan kondisi tekstur dan struktur tanah setempat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Tanah dengan tekstur liat/ tanah berat
    Pengolahan dengan sistem surjan dengan got/selokan dalam (lebar 40 Cm, dalam 50 Cm).
  • Tanah dengan tekstur pasir/ tanah ringan
    Tanah ringan sulit menyimpan air oleh karena itu bedengan diupayakan tidak terlalu tinggi, yaitu kurang dari 50 Cm.
  • Tanah organik/gambut
    Tidak dilakukan pengolahan tanah secara intensifatau sering disebut dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah) dan bedengan tidak terlalu tinggi.

[/tab]
[tab title=”3. Penanaman”]Sebelum ditanami sebaiknya bedeng tanam disiram terlebih dahulu untuk menciptakan kondisi tanah yang lebih basah. Khusus untuk tanah berat terutama pada musim kering walaupun sudah disiram tetapi masih tetap keras perlu ditugal untuk membuat lubang tanamnya. Jarak tanam yang disarankan adalah 10 x 12 Cm per lubang 1 bibit untuk musim penghujan dan untuk musim kemarau 10 x 10 Cm per lubang 1 bibit.[/tab]
[/tabgroup]
[/infobox]

Pemupukan

Kebutuhan pupuk per hektarnya adalah sebagai berikut N = 200 Kg (ZA = 952 Kg/Ha), P2O5 = 230 Kg (SP36 = 500 Kg/Ha), K2O = 230 Kg (KCl = 383 Kg/Ha). Pemupukan diberikan pada awal tanam sekitar setengah bagian dari total dan sisanya masing-masing 1/4 diberikan waktu umur 30 hst dan 55 hst.

Panen Bawang Merah

Panen dilaksanakan saat tanaman umur 65-75 hst, ditandai dengan daun tanaman sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah. Cara memanen adalah dengan mencabut tanaman dan menjemurnya diteruk matahari langsung atau diletakkan di para-para.

Pasca Panen Bawang Merah

Umbi dapat bertahan + 1-2 bulan apabila cara penanganan pasca panennya baik. Cara penyimpanan disesuaikan dengan kondisi setempat. Salah satu cara penyimpanannya adalah disimpan diatas para-para.

Tags: , , , ,

One Response

  1. Cara Pembibitan Tanaman Bawang Merah | Manfaat & Budidaya Tanaman23-05-2015 at 08:51Reply

    […] Baca Juga: Cara Membudidayakan Tanaman Bawang Merah […]

Leave a Reply