SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

PARADIGMA KEPERAWATAN ISLAMI

Paradigma Keperawatan Islam adalah cara pandang persepsi, keyakinan, nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam. Paradigma Keperawatan Islam di bangun melalui empat komponen besar, yaitu : manusia dan kemanusiaan, lingkungan, sehat dan kesehatan serta keperawatan.

Manusia dan Kemanusiaan

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terbaik dan bentuknya dan dimulaikan Allah, terdiri atas jasad, nuh dan psikologis, dimana makhluk lainnya yang berada di langit dan di bumi ditundukkan oleh Allah kepada manusia kecuali iblis yang menyombongkan diri. Yang terdapat dalam Surah At-tin (95 : 4). Yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. Shaad 38 : 72)

“Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaanKu) maka tundukklah kamu kepadanya dengan bersujud”.

Komponen Manusia

Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Allah terdiri atas beberapa komponen yang meliputi jasad (fisik), ruh dan nafs (jiwa).

1.2.1     Jasad (Fisik)

Komponen fisik adalah komponen jasad / bentuk, yang dapat makan dan minum, berjalan, mendengar, melihat, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penyakit jasad : TBC, Pusing, Maag.

1.2.2     Ruh

(QS. Shaad 38 : 72)

“Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya (manusia) dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu (malaikat, jin dan iblis) tunduk dengan bersujud”.

Penyakit ruh : malas, dengki, iri, buruk sangka, bohong, sombong, dendam.

1.2.3     Nafs (Jiwa)

(QS. Ar-Ra’d 13 : 28).

Dalam ayat tersebut jiwa merupakan salah satu komponen yang terdapat pada manusia dan menjadi tentram jika selalu mengingat Allah. Manusia dalam siklus hidupnya melalui proses reproduksi hingga regenerasi meliputi fase : pernikahan, kehamilan, kelahiran, nifas, tumbuh kembang dan kematian.

1.3 Pernikahan

Tentang pernikahan tersurat dalam Al-Qur’an Ar-Rum 30 : 21. Hadits nabi tentang pernikahan yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim : “Nikahilah olehmu wanita-wanita karena 4 perkara : karena hartanya, keturunannya, kecantikan nya, agamanya”

1.4 Kehamilan

Jika kita dalam keraguan tentang kebangkitan, maka Allah telah menjadikan dari setetes mani (nuthfah) menjadi segumpal darah dan segumpal darah menjadi segumpal daging yang sempurna yang ditetapkan dalam rahim. Kemudian apa yang dikehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian keluarlah seorang bayi, dari bayi kemudian berangsur-angsur sampai dewasa dan di antara itu ada yang diwafatkan dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun.

1.5 Nifas dan tumbuh kembang

Berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas dan tumbuh kembang dan kematian tentang hal tersebut telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Yaitu QS. Luqman 31.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada orang ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadakulah kembalimu”.

1.6 Kematian

Semua makhluk ciptaan Allah khususnya manusia pasti akan mengalami kematian. Kematian yang akan mengantarkan pada kehidupan baru yang lebih abadi di alam akhirat. Manusia sebagai makhluk Allah memiliki peran dan fungsi sebagai khlifah dan hamba Allah sebagai khalifah Allah di bumi manusia di beri tugas untuk melaksanakan fungsi kemanusiaan diantaranya.

  1. Memimpin dan mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah.
  2. Memakmurkan bumi dan mengeluarkan potensi yang terhadap didalamnya untuk kesejahteraan umat manusia berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah.
  3. Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan.

Manusia juga sebagai khalifah, manusia juga sebagai hamba Allah yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah semata, yakni ibadah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Maka manusia dalam aspek keperawatan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu menusia sebagai perawat dan manusia sebagai klien. Manusia sebagai perawat adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna terdiri dari jasad, ruh, dan nafs. Dan memiliki iman, ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya bagi kemaslahatan umat. Manusia sebagai klien yang menjadi fokus pelayanan keperawatan pada dasarnya adalah makhluk yang berpotensi secara aktif menjadikan dirinya mampu menjadi manusia yang sempurna.

BAB II

LINGKUNGAN

Unsur lingkungan dibagi dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya terhadap sehat sakit. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkungannya serta tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya tersebut.

Lingkungan dibagi menjadi lingkungan internal dan eksternal.

2.1 Lingkungan Internal

Lingkungan internal meliputi genetika, struktur fungsi tubuh, psikologis dan internal spiritual yang dimaksud genitika adalah lingkungan dalam diri manusia yang mempengaruhi unsur-unsur sifat dan struktur fungsi tubuh. Struktur fungsi tubuh merupakan lingkungan yang berada dalam diri manusia, didalamnya berisi tulang-belulang, daging, darah dan sebagainya. Psikologis merupakan lingkungan internal dalam diri manusia yang memiliki peran penting dalam pengendalian diri manusia, sehingga manusia senantiasa berada dalam ketaqwaan, ketentraman, kesucian melalui pendekatan diri kepada Allah SWT. Sedangkan lingkungan internal spiritual (kesucian hati; bebas dari syirik, tidak berdusta, bersikap tawadlu) merupakan faktor terpenting dalam kehidupan manusia karena sebagai modal dasar, keimanan. Fungsi lingkungan internal spiritual ini memberikan nuansa keimanan dalam melaksanakan profesi keperawatan.

2.2 Lingkungan Eksternal

Di lingkungan eksternal adalah segala sesuatu yang berada di luar diri manusia yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi pelaksanaan profesi keperawatan, didalamnya terdiri atas : biologis, fisik, sosial dan spiritual.

2.3 Sehat dan Kesehatan

Islam mendorong umat manusia yang beriman untuk mencapai sesuatu yang baik bagi mereka di dunia dan di akhirat untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ilmu dan amal saleh dan sebagai prasyarat yang harus dimiliki adalah sehat / kesehatan.

2.3.1     Pengertian

Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya mampu. Dengan kemampuannya itu ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Dalam Islam terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan yaitu perilaku lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan.

2.3.2       Upaya Kesehatan

Dalam Al-Qur’an maupun hadits, telah diperingatkan akan pentingnya memperhatikan kesehatan baik dalam konteks upaya promotfi, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

1)       Upaya Promotif

Yaitu upaya untuk meningkatkan kondisi yang sudah baik atau sehat menjadi lebih baik atau lebih sehat.

2)       Upaya Preventif.

Yaitu upaya mencegah atau melindungi diri dari terjadinya penyakit.

3)       Upaya Keratif.

Walaupun yang menyembuhkan penyakit itu Allah, tetapi bila dalam keadaan sakit haruslah berusaha menyembuhkannya dengan jalan berobat.

4)       Upaya Rehabilitatif.

Upaya rehabilitatif adalah upaya memperbaiki atau mengembalikan suatu kondisi dari keadaan sakit menjadi lebih sehat. Upaya rehabilitatif harus senantiasa diupayakan agar tidak jatuh kepada kondisi lebih parah atau buruk.

2.4 Keperawatan

Keperawatan adalah suatu manifesatikan dari ibadah yang berbentuk pelayanan profesional dan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada keimanan, keilmuan, dan amal serta kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual yang komprehensif, ditunjukkan kepada individu keluarga dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh siklus kehidupan manusia. Keperawatan Islam tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam secara keseluruhan. Berbagai dalil dalam Al-Qur’an dan Hadits juga Tarikh Islam diyakini bahwa keperawatan Islam ada sejak jaman nabi Adam. Untuk dapat memberikan asuhan keperawatan kepada klien, perawat dituntut memiliki keterampilan intelektual, interpersonal, tehnikal serta memiliki kemampuan berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

BAB III

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Setelah kelompok kami membuat makalah yang berjudul paradigma keperawatan, dapat di tarik. Kesimpulan bahwa Islam telah mengajarkan tentang keperawatan yang memberikan pelayanan komprehensif, baik bio-psiko, sosio-kultural yang ditunjukkan kepada indivivu maupun masyarakat. Manusia sebagai perawat adalah ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna terdiri dari jasad, ruh, dan nafs, dan memiliki iman, ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya demi kemaslahatan umat. Untuk dapat memberikan asuhan keperawatan kepada klien, perawat dituntut memiliki keterampilan intelektual, interpersonal, teknikal serta memiliki kemampuan berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

  1. B. Saran

Dalam penulisan makalah ini kelompok kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahannya baik dari segi isi maupun teknis penulisannya. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan guna perbaikan dalam penulisan makalah ini dan kami berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak, terutama mata kuliah Keperawatan Islam pada khususnya.

3 Responses

  1. ari w12-10-2011 at 08:20Reply

    trims makalahnya, i like it

  2. Darna Adryank28-04-2013 at 12:28Reply

    bagus

  3. surya21-01-2016 at 22:00Reply

    tolong diralat…………(QS. Abang Rajain-Ra’d 13 : 28) harusnya : (QS. Ar-Ra’d 13 : 28)

Leave a Reply