SEO paling KEREN

Mengungkap Fakta Terpendam

Cara Budidaya Bawang Putih

Cara Menanam Bawang Putih

Cara Membudidayakan Tanaman Bawang Putih

Bawang putih (Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yang penting, juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi dalam pembangunan pertanian. Bawang putih ini dianggap sebagai komoditas potensial terutama untuk subsitusi impor dan dalam hubungannya dengan penghematan devisa.

Bawang Putih atau Allium Sativum L merupakan bagian penting dari banyak resep karena membuat hidangan yang tak terhitung jumlahnya menjadi lebih berasa. Kegunaan Bawang putih tidak hanya menambah rasa pedas tertentu pada makanan, tetapi juga mengandung banyak nutrisi yang sehat yang dapat membuat anda terhindar dari banyak penyakit. Karena khasiat dan manfaat bawang putih lanang ini maka rempah-rempah ini menjadi bumbu pokok di setiap dapur.

Mengenai klasifikasi tanaman bawang putih, tumbuhan ini berasal dari divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Monocotyledonae, bangsa Liliales, suku Liliaceae, marga Allium dan jenis Allium sativum L. Kandungan kimia bawang putih juga sangat bermanfaat untuk mengurangi dan mengobati jerawat. Bawang putih baik untuk jerawat karena mengandung senyawa organosulfur berupa alliin dan ?-glutamilsistein, allicin, diallyl sulfide (DAS) dan diallyl disulfide (DADS) yang memiliki kemampuan aktivitas biologi pengobatan.

Saat terbaik untuk menggunakan bawang putih adalah ketika bawang putih masih dalam keadaan segar, dan untuk alasan ini, anda dapat mencoba untuk belajar cara menanam bawang putih anda sendiri. Tak usah khawatir karena budi daya tanaman bawang putih tidaklah mahal dan tentu saja mudah. Yang anda butuhkan adalah area tanah yang subur dan beberapa siung bawang putih.

Cara Membudidayakan Tanaman Bawang Putih

Persiapan lahan

Tanaman bawang putih dataran rendah tumbuh pada hampir semua jenis tanah, namun yang terbaik pada tanah bertekstur sedang (lempung sampai lempung berpasir) dengan pH tanah antara 5,6 – 6,8. Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Pada umumnya bawang putih tahan suhu panas, namun tanaman bawang putih hanya dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu yang dingin (dibawah 25 derajat celcius). Waktu tanam terbaik untuk bawang putih dataran rendah yaitu bulan Mei, Juni atau Juli.

Pembajakan tanah dilakukan dengan intensitas sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Selanjutnya buat bedengan selebar 60-150 cm dan tinggi 20-50 cm. Sedang untuk panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan. Buatlah parit di antara bedengan untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan selama 1 minggu kemudian taburkan secara merata di atas bedengan.

Penanaman

Dalam proses penanaman, umbi bibit yang digunakan harus memiliki ukuran yang seragam. Umbi ditanam dengan kedalaman 2-3 cm. Untuk jarak tanam dapat disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan, misalnya jika bobot siung lebih berat dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20 cm X 20 cm, atau bila bobot siung lebih ringan dari 1,5 gram, maka jarak tanamnya 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm.

Pemupukan

Untuk pemupukan berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Jika menggunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

Untuk tambahan siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 10 botol/1000 m2 dengan cara : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.

Pemulsaan

Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah penanaman, bedengan ditutup dengan jerami secara merata (pemulsaan). Pemulsaan berfungsi untuk mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan suhu dan kelembaban permukaan, selain itu untuk memperbaiki struktur tanah, apabila jerami telah membusuk. Pemulsaan dilakukan pada musim kemarau, karena jika pada musim hujan dapat menyebabkan kelembaban tanah terlalu tinggi sehingga kurang baik bagi tanaman.

Pengairan

Untuk mengairi tanaman bawang putih dapat dilakukan dengan cara menggenangi parit di antara bedengan. Pada awal penanaman, penyiraman dilakukan setiap hari. Setelah tanaman tumbuh baik, frekuensi pemberian air diberikan seminggu sekali. Pemberian air dihentikan pada saat tanaman sudah tua atau menjelang panen, kira-kira berumur 3 bulan sesudah tanam atau pada saat daun tanaman sudah mulai menguning.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman bawang putih dilakukan dengan menyiangi gulma serta perbaikan bedengan dengan selang waktu 20-30 hari. Ketika tanaman bawang putih masuk fase generatif, penyiangan tidak lagi dilakukan karena dapat mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi. Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Selain itu perlu diberikan pupuk susulan.

[infobox style=”alert-gradient”]Baca Juga: Jenis Hama & Penyakit pada Tanaman Bawang Putih[/infobox]

Masa Panen dan Pascapanen

Waktu panen dari tanaman bawang putih tergantung dari varietasnya, tapi waktu rata-rata yang dibutuhkan sejak masa tanam hingga waktu panen sekitar 90 – 120 hari. Ciri-ciri dari tanaman yang telah siap panen yaitu terjadinya perubahan warna pada daun, dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35-60%. Ketika menjelang panen inilah semua kegiatan pemupukan, pengairan dan penyemprotan pestisida harus dihentikan.

Agar umbi bawang putih dapat tahan lama sebaiknya dilakukan pengeringan. Pengeringan umbi dapat dilakukan dengan cara :

Dijemur di bawah terik matahari.

  • Pengeringan dapat dilakukan di dalam rak berlapis dengan cara digantung,.
  • Pengeringan dapat pula dilakukan dengan menggunakan metode pengasapan, yakni menempatkan bawang putih di dapur. Selanjutnya bawang putih tersebut diasapi dengan menggunakan asap yang berasal dari air yang sengaja di masak.
  • Untuk memperpanjang umur umbi bawang putih, saat dilakukan penyimpanan di gudang dilakukan fumigasi dengan tablet 55% Phostoxin.
Tags: , , , , , , , ,

2 Responses

  1. Jenis Hama & Penyakit pada Tanaman Bawang Putih | Manfaat & Budidaya Tanaman26-05-2015 at 23:46Reply

    […] Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Putih […]

  2. Jenis Hama & Penyakit pada Tanaman Bawang Putih | Manfaat & Budidaya Tanaman26-05-2015 at 23:46Reply

    […] Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Putih […]

Leave a Reply